Ini Novel tersingkat yang pernah saya baca. Novel ini menceritakan sebuah penindasan orang-orang kecil, tidak hanya dari kaum kolonial namun juga kaum pemberontak yang mana kala itu ialah DI, di wilayah Banten Selatan yang kaya dan subur tapi rentan akan penjarahan.
Yang saya suka dari novel ini adalah gaya penulisan Pram yang apik dan mengalir sehingga bisa dibaca sekali duduk, kemudian cerita ini kiranya bisa dipentaskan di pangggung karena dialog antar tokohnya seperti sebuah drama. Seperti biasa ketika membaca karya-karya Pram saya menemukan beberapa kosakata baru, seperti: potlot, saluir, kombor, tule, sice dan masih banyak lagi. Adapun nilai moral yang dapat saya petik di novel ini adalah dengan bergotongroyong masyarakat menjadi kuat, bisa membangun apa saja dengan lebih mudah, cepat dan efisien. Dan juga bisa menambah rasa solidaritas antar sesama.
Tak salah rasanya jika saya merekomendasikan novel ini bagi teman-teman yang kiranya menyukai juga genre sastra, bisa dibaca sekali duduk, apalagi ditulis oleh Pram.
Picture by Sandys Ramadhan






