Jumat, 24 April 2020

Review Novel Sekali Peristiwa Di Banten Selatan

Ini Novel tersingkat yang pernah saya baca. Novel ini menceritakan sebuah penindasan orang-orang kecil, tidak hanya dari kaum kolonial namun juga kaum pemberontak yang mana kala itu ialah DI, di wilayah Banten Selatan yang kaya dan subur tapi rentan akan penjarahan. 

Yang saya suka dari novel ini adalah gaya penulisan Pram yang apik dan mengalir sehingga bisa dibaca sekali duduk, kemudian cerita ini kiranya bisa dipentaskan di pangggung karena dialog antar tokohnya seperti sebuah drama. Seperti biasa ketika membaca karya-karya Pram saya menemukan beberapa kosakata baru, seperti: potlot, saluir, kombor, tule, sice dan masih banyak lagi. Adapun nilai moral yang dapat saya petik di novel ini adalah dengan bergotongroyong masyarakat menjadi kuat, bisa membangun apa saja dengan lebih mudah, cepat dan efisien. Dan juga bisa menambah rasa solidaritas antar sesama.

Tak salah rasanya jika saya merekomendasikan novel ini bagi teman-teman yang kiranya menyukai juga genre sastra, bisa dibaca sekali duduk, apalagi ditulis oleh Pram.

Picture by Sandys Ramadhan

Review Buku Bumi Yang Tak Dapat Dihuni

Premis yang diangkat menarik, karena isu yang diangkat adalah mengenai permasalahan lingkungan hidup. Dari bab-bab awal saja penulis telah menyajikan banyak data dari berbagai macam bencana seperti kelaparan, kebakaran hutan, naiknya permukaan air laut dan masih banyak lagi. Dan kita seolah merasa bosan mendengarnya karena bisa jadi tidak merasakan dampak bencana tadi secara langsung. Sialnya ketika negara maju membuat kerusakan dan polusi yang terkena imbasnya malah negara-negara berkembang dan negara-negara kecil.

Kelebihan dari buku ini menurut saya adalah penulis bisa memaparkan begitu banyak bencana yang terjadi di bumi ini dan memprediksikan apa yang akan terjadi bila bumi mengalami peningkatan suhu beberapa derajat yang tentunya bisa saja terjadi dan bisa juga tidak. Adapun kekurangan dari buku ini menurut saya yang pertama adalah terjemahannya, yang mana membuat saya sedikit kesusahan untuk mengerti apa yang dijelaskan oleh si penulis, sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan buku ini. Kemudian yang kedua adalah catatan kaki yang ditempatkan menjadi satu di akhir bab sehingga membuat saya menjadi malas untuk membolak balik halaman dari depan ke belakang hanya untuk melihat referensi-referensi yang ada.


Picture by sandys ramadhan