Saya suka dengan buku ini karena gaya penulis dalam menceritakan konflik atau masalah setiap karakter dibawakan dengan sederhana dan mudah dipahami oleh pembaca, diksi yang dipakai ringan dan dapat mengalir dengan lekas. Seperti karya-karya lainnya, cerpen-cerpen beliau ini memiliki ciri khas tersendiri yaitu selalu mengangkat kehidupan orang-orang kecil atau masyarakat kalangan bawah dengan segala lika-liku permasalahannya. Seolah-olah penulis mengenali betul kehidupan para karakter dengan baik, sehingga bisa membuat pembaca merasa bersimpati dan berempati pada mereka. Pembaca pun diajak untuk berpikir bahwa orang-orang kecil itu ada dan mereka juga manusia sehingga perlu diperlakukan sebagaimana mestinya. Agar tidak ada yang membeda-bedakan antara kalangan atas dan kalangan bawah. Kemudian, narasi yang dibawakan si penulis ketika menggambarkan suasana di lingkungan pedesaan menyihir pembaca seakan-akan tengah berada di sana dan ikut merasakan udara yang sejuk dan tenang. Konflik yang diangkat oleh penulis di kumcer ini saya rasa masih cukup relevan dengan konflik pada masa kini karena masih banyak ditemukan masalah-masalah entah itu masalah sosial maupun ekonomi.
Cerpen favoritku yaitu paman doblo merobek layang-layang, kang sarpin minta dikebiri, dan akhirnya karsim meyeberang jalan.
Picture by sandys_ramadhan

