Sabtu, 26 Oktober 2019


DUNIA FATAMORGANA | Sebuah Puisi
.
Dan kabut tolong bawalah aku ke sebuah dunia fatamorga.
Sebuah dunia yang bisa membebaskan rasa tanpa harus beradu suara.
.
Disana tanaman hijau yuwana tumbuh tak jemu,
langit berwarna tak biru melainkan abu-abu semu,
angin pun selang seling berganti gaya dan daya
untuk menetralkan suasana.
.
Entah itu kepada suasana sedih.
Ataupun keadaan yang bungah.
.
Dan bilamana aku lagi berada di dunia fatamorgana,
seakan berubah menjadi melankolis yang dilema,
terhadap kata-kata romantis
yang terlampau manis.

~Sandys Ramadhan