Minggu, 28 Juli 2019

TERSESAT BERDUA


TERSESAT BERDUA | Sebuah Puisi

Seperti hadirmu,
dikala halimun berlalu.
Kau senantiasa melukis aku,
menggunakan parfum apel mu.

Sebentar kemudian,
belaianmu buatku terbuai nyaman,
suaramu buatku terlelap dan,
kecupanmu buatku edan-edanan.

Lantas aku membalas kelakuannya,
melalui senandung untaian kata.
Bahwa angin barat kan bujuk kita berdua,
tersesat-sesat di padang rumput berbunga.

Kamis, 11 Juli 2019

"Hambar"


Di sebuah tepian nan hambar,
Telah lama kabar menghampa.
Namun ku mohon agar tak memudar,
Wahai Hawa penjaga memoar lama.

"Ketika"


Ketika sajak mu kubaca sejuk.
Naluri berkata ingin ku peluk.
Hawa yang dibalut aroma jeruk.
Saat rindu ini t'lah lama lapuk