Sabtu, 26 Oktober 2019


DUNIA FATAMORGANA | Sebuah Puisi
.
Dan kabut tolong bawalah aku ke sebuah dunia fatamorga.
Sebuah dunia yang bisa membebaskan rasa tanpa harus beradu suara.
.
Disana tanaman hijau yuwana tumbuh tak jemu,
langit berwarna tak biru melainkan abu-abu semu,
angin pun selang seling berganti gaya dan daya
untuk menetralkan suasana.
.
Entah itu kepada suasana sedih.
Ataupun keadaan yang bungah.
.
Dan bilamana aku lagi berada di dunia fatamorgana,
seakan berubah menjadi melankolis yang dilema,
terhadap kata-kata romantis
yang terlampau manis.

~Sandys Ramadhan

Minggu, 28 Juli 2019

TERSESAT BERDUA


TERSESAT BERDUA | Sebuah Puisi

Seperti hadirmu,
dikala halimun berlalu.
Kau senantiasa melukis aku,
menggunakan parfum apel mu.

Sebentar kemudian,
belaianmu buatku terbuai nyaman,
suaramu buatku terlelap dan,
kecupanmu buatku edan-edanan.

Lantas aku membalas kelakuannya,
melalui senandung untaian kata.
Bahwa angin barat kan bujuk kita berdua,
tersesat-sesat di padang rumput berbunga.

Kamis, 11 Juli 2019

"Hambar"


Di sebuah tepian nan hambar,
Telah lama kabar menghampa.
Namun ku mohon agar tak memudar,
Wahai Hawa penjaga memoar lama.

"Ketika"


Ketika sajak mu kubaca sejuk.
Naluri berkata ingin ku peluk.
Hawa yang dibalut aroma jeruk.
Saat rindu ini t'lah lama lapuk