Minggu, 28 Juli 2019

TERSESAT BERDUA


TERSESAT BERDUA | Sebuah Puisi

Seperti hadirmu,
dikala halimun berlalu.
Kau senantiasa melukis aku,
menggunakan parfum apel mu.

Sebentar kemudian,
belaianmu buatku terbuai nyaman,
suaramu buatku terlelap dan,
kecupanmu buatku edan-edanan.

Lantas aku membalas kelakuannya,
melalui senandung untaian kata.
Bahwa angin barat kan bujuk kita berdua,
tersesat-sesat di padang rumput berbunga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar